Di Sydney, lonjakan harga emas membuat orang-orang rela mengantre panjang di depan toko emas untuk mendapatkan logam mulia tersebut.
Namun, bentuk baru emas ini mengubah konsep klasik soal peran emas sebagai aset yang kebal turbulensi ekonomi. Berbeda dengan saham yang lebih sensitif terhadap akibat gesekan dunia politik atau keuangan.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru dapat mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Saat ini investasi emas merupakan instrumen yang paling aman, dimana emas masih tetap dapat mempertahankan nilainya disaat kondisi ekonomi worldwide sedang tidak stabil.
Di banyak negara berkembang, pelemahan mata uang lokal juga membuat masyarakat memilih emas sebagai penyimpan nilai yang lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai.
Analis independen Ross Norman mengatakan ketegangan geopolitik website masih berlangsung meskipun tidak berada pada level tertinggi.
KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara personal kepada setiap kontributor.
Dari kejadian tersebut, negara-negara berkembang menyadari risiko ketergantungan terhadap sistem keuangan world-wide yang didominasi Barat.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan AS akibat mandeknya anggaran.
Upaya de-dolarisasi oleh negara-negara berkembang diperkirakan akan terus terjadi. Negara berkembang kini cenderung berpandangan bahwa mata uang negara-negara Barat adalah aset berisiko karena memiliki peluang sanksi keuangan.
Menurutnya, pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih diwarnai volatilitas tinggi dengan rentang pergerakan yang cukup lebar.
Cina sudah mulai melepaskan obligasi pemerintah AS dan membeli lebih banyak emas. Langkah ini disebut sebagai “de-dolarisasi” yang tujuannya sama yaitu mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS.
Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
